Aku rindu laut,
Seperti sungai yang bermuara ke laut,
Seperti itu pula aku merindukan laut
Rasanya telah berabad aku tak bersua dengannya
Pantai, sering kukunjungi, tapi pantai adalah tepian
Daerah perbatasan, wilayah antara
Bukan laut yang semerbak misteri dan agung
Yang menyapu hati dengan segala aroma kesejukannya
Laut, aku merindukanmu
Layaknya sungai rindu muara.
Aku ingin hilang melebur
Hingga tak ada lagi air mata dan senyum
Cinta dan benci
Hanya ada laut, segala cinta, segala harap, segala tangis, segala nasib
Bermuara, pulang ke tujuan
Rinduku, laut..
Biar aku menjelma ikan-ikan kecil, plankton, rumput laut
Pasirmu, birumu, anginmu
Apapun…, asalkan denganmu
Asal menemukanmu.
Laut…
Segalaku inginkan engkau
Semua yang ada padaku rindukan dirimu
Torehan ini karena sesuatu yang berdiam di hati, keluar lewat laku, melompat dari ucap, tercermin dari pandangan. Namun sayang, dia terkadang kecil menjadi besar, semakin besar, lalu mengecil lagi, fluktuatif, bahkan kadang hilang. sesuatu hal langka yang bagiku sangatlah berharga karena sulit meperolehnya, lebih sulit lagi menjaganya.
Februari yang basah,
Musim menggeliat, tak karuan menghantam
Padi mati muda,
Memendekkan jalur luka, mempercepat derita
Halaman istana becek,
Dan turis-turis batal bertandang.
Negara merugi, burung besi tak bisa terbang
Ibu kota, ibu desa, ibu negara
Semua berenang, kebanjiran.
Air keruh, coba basuh wajah bangsa ini
meluahkan apa-apa yang sembunyi
menunjukkan saluran yang mampet
naikkan Jakarta ke atas bahtera Nuh
jangan lupakan ngawi, ponorogo, mojokerto…
lalu berlayar lintasi februari
februari yang basah dan resah
februari yang basah oleh cinta
yang basah oleh hujan
juga basah oleh darah, benci dan dendam
di timur sana
kursi-kursi menjadi tuhan
seorang presiden ditembak, hakim dibom
kaca-kaca bertaburan, menusuk luka juga benci
lalu tumbuh subur
lebih subur dari kedelai yang kian melambung
februari yang penuh coklat dan permen,
manisku…, lupakan cinta
aku mau sekotak tempe berbentuk hati
jangan lupa
kuburkan mereka di makam pahlawan
agar kita ingat, dulu di negeri ini
banyak petani.
My awckward february
I love you.
Sagu-sagu menari, tarian perpisahan....
Aku teringat papa ketika dengan lugasnya berkata, siapa bilang orang ambon makanan pokoknya sagu, sejak kecil papa makannya nasi, sagu hanya sebagai selingan atau makanan ringan.
Lalu di rimba-rimba Pulau Seram Pohon Sagu, Kakao, Pala, Cengkeh trying to survive. Yang menang yang paling tinggi nilai jualnya. Pala, cengkeh, kakao, berapa rotasi??? dan mereka pergi menyisakan tanah tua, yang lalu dipaksa lagi menumbuhkan minyak-minyak hijau.
Di atas kertas, data-data itu. Padi, kakao, pala, cengkeh. 1, 2, 3 hektar mereka adalah padi. Luar biasa, angka yang cukup langka kalau kita di Pulau Jawa. Lalu mereka makmur, pangan tercukupi, pendidikan layak, kehidupan sejahtera, sayang sekali itu semua tidak terjadi. Padi yang 3 ha itu, menggunakan sistem tabela. Ongkos produksi menjadi lebih besar, semakin merugi ketika pemerintah mengucurkan raskin. Harga gabah turun, petani menangis lagi, apa artinya 2-3 ha itu.
Di atas kertas, sudah tak ada lagi sagu. Pohon besar itu, yang begitu melekat dengan nama orang-orang Maluku, mungkin beberapa puluh tahun lagi akan tinggal sejarah. Sagu tumang, sagu lempeng, sagu gula, sagu kasbi, bagea, halua, semua makanan maluku that so much integrated with sagu, mulai menghilang. Food sustainability in molucas family especially in the village, no longer exist along with the goodbye step of sagu. One of my friend said that she had that time, where her grand ma has a special room for sagu in their house’s second floor, and that’s so much worthy for their food sustainable. Pohon sagu akan tumbuh selama puluhan tahun sebelum akhirnya ditebang dan diambil seluruh bagian isi batang pohonnya. Panen satu pohon sagu untuk satu keluarga dapat menjadi persediaan makanan untuk waktu yang cukup lama, tahunan mungkin. Sagu disimpan dalam, bentuk sagu tumang, yaitu pengemasan tradisional, sagu setelah dicuci dan berbentuk tepung kemudian dibungkus dalam anyaman daun sagu, dan dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama.
And those research like the singing money, like tree of prosperty, with notes ofcourse, if you are not the object of research. It’s wet damned thing, unusefull tools as the government always do. It’s so amazing system, money comes easily when they wants to know what happened on the reality, but once they tryin to overcome the problem, money like hope for the rain in the sahara. So what it’s use to. Those research paper, reports, document, etc. just to fill the board of modern artistic building called government office, or just as the vain efforts so the officer has something to do as excuse to have their money, legally. No wonder many people are struggle to be in that chair, government officer. (me too, it’s so tempted)
In the middle of the singing sagoo. I heard another cries. A nobel institution, education institution. Dimana ikan-ikan besar memakan ikan kecil. Kaki-kaki menginjak kepala-kepala, dan seterusnya, berganti-ganti, saling menekan, kepuasan hanya barang langka berdebu yang ada di musium sepi tak berpengunjung. Lalu pendidikan jadi seperti penjajah, yang selalu meminta upeti tak masuk akal. Dan untuk sebuah status (yang gak penting gitu loh..) semua mulut-mulut bungkam, tangan-tangan terikat, meski hati panas, air mata meleleh, kepala bedenyut-denyut tak karuan, tapi upeti harus tetap terbayarkan, setan-setan semakin menari, dan ketundukan menjadi budaya manis yang semakin buncit. I hate them.., berjas putih seperti malaikat, tapi hatinya hitam menulari orang-orang, manusiakah mereka. Setan, iblis, anak-anak adam tak perlu lagi kalian goda, kami sudah lebih canggih, segala macam dosa selalu kami up date, varian-varian baru selalu hadir, tak perlu waktu lama, kami berlomba-lomba menjadi yang paling mutakhir. Bahkan untuk sebuah tempat suci dimana cahaya keimanan memulai langkahnya. Di tempat itu pulalah akan kami mulai memadamkannya. Pada bangku-bangku, papan tulis, segala macam diktat, huruf-huruf memudar menyesali, mengapa pengetahuan malah menutup hati manusia.
Di tengah lirih pendengaranku menahan semua marah yang melompat-lompat di antara cerita temanku, tentang lembaga setan itu. Sepasang kaki mungil yang cantik, melayang di tengah dingin udara. Duh ibu…., terhadap angin malam kaubiarkan melukainya, apakah juga tak akan kau jaga dia dari kejamnya dunia. Semoga hidupnya bahagia, menghargai budayanya dan terhindar dari segala bentuk penjajahan.
Sagu-sagu masih menari, dan aku pun akan memulakan langkahku, semoga aku bisa memberimu arti.
aku Pembenci Segala
meniti jalan entah
hatiku hitam membusuk
tubuhku ditumbuhi dosa dan luka dendam
rambutku merah
mataku merah
hatiku marah
marahku merah
Aku pembenci segala, meniti jalan entah
Entah ada apa dua hari ini, tapi aku merasa sangat merindukannya. dia yang selalu coba kuhapus dari seluruh ingatanku dan seluruh langkahku ke depan.
Semoga disana, dia baik-baik saja.
Yellow, mellow....., Shit, aku benci perasaan-perasaan ini, sungguh-sungguh menganggu ketenangan hidupku.
seperti di buku yang baru saja selesai kubaca "Shit Happens", bercerita tentang tiga lajang metropolitan yang selalu aja dipaksa nikah ama ortunya masing-masing karena umur mereka udah middle twenty. aku mau seperti mereka, tiba-tiba dapat undangan pernikahan dari dia, mungkin aku akan kalap, bingung dan sakit, seperti juga tokoh2 di buku tersebut. tapi mungkin itu yang terbaik, biar dia bisa kuenyahkan dari pikirku.
Puasa, kemudian lebaran...
Indah, namun Ramadhan kali ini aku agak menyebalkan...., usahaku dalam meraihNya sangat-sangat kurang. Aku seorang hamba penuh dosa yang tak tahu terimakasih, hanya bergombal ria mencintaiNya, tapi aplikasi cintaku...., nothing....
Lebaran kali ini aku gak pulang..., ada berbagai alasan, sebentar lagi aku harus pulang, jadinya nanggung; aku malu karena belum kelar-kelar juga kuliahnya; kalo keseringan pulang ntar bosan ama rumah dan bakal kangen banget sama jogja; jarang khan lebaran sendirian; apalagi ya....., aku masih bisa ngarang setumpuk lagi alasan kok, he he he he.
kemaren waktu sholat id, rupanya aku sadar kalo aku sudah mulai membutuhkan kedekatan dengan mama, papa dan erna. sebelumnya aku memang sangat mencintai mereka, tapi hanya itu, untuk hidup bersama, so close, kayaknya belum jadi ekspektasi ku. setelah sekian lama aku tinggal bersama oma, she's the only one i always expect for. setelah hampir enam belas tahun bangun pagi dan tidur malam yang paling melekat dihidupku adalah oma dan ipul, trus berganti beberapa tahun di makassar dan sendirian cukup lama di jogja, rasanya aku sudah terbiasa dengan rasa rindu ini. kesepian dan kesendirian ini membuatku melihat banyak hal, menghargai banyak hal, namun aku juga belajar untuk improve agar aku bisa survive being alone, then i get used to it.
kemaren2 kalo berbicara tentang pulang buat selamanya, stay at home with mom and dad, wow... pikiranku langsung merujuk ke... ketidakbebasan, bosan, terkekang, de el el. tapi belakangan ini berbeda, dengan beberapa kejadian dramatis akhir-akhir ini, aku jadi semakin ingin menemani mama dan papa, semakin ingin hidup bersama mereka, bermesraan, berbicara, bertualang bersama, sedih dan bahagia bersama. Oooo.. aku udah jatuh cinta dan posesif. tapi mungkin ini adalah hal yang baik, karena memang aku harus kembali ke rumah, menemani mereka yang tak pernah aku membaktikan diriku untuk mereka.
aku sudah gak sabar buat pulang...., My one of few beloved homeland... i'm coming.
kemaren pas malam takbiran, jadi trenyuh ngeliat anak-anak kecil, pemuda-pemudi sampe orang tua mengumandangkan takbir dengan merdu dan penuh semangat. hiks...., Ya Allah, kami mengakui kekerdilan kami, ketakberdayaan kami, kami tunduk pada Mu.., Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu akbar Walillahilham. Met Lebaran ya semuanya, mohon maaf lahir batin.
Ooo..iya, lebaran kali ini beda-beda lagi harinya, An-nazir di Gowa tgl 11, Muhammadiyah tgl 12, dan pemerintah tgl 13, he he he he...., apakah fenomena kayak gini cuman terjadi di Indonesia????. yang jelas, demi menjaga keutuhan, kebersamaan, jangan mempermasalahkan perbedaan, lihatlah kesamaan yang kita punya, perbedaan hanyalah keberagaman yang memperkaya khasanah kehidupan kita.
beberapa hari kemarin, aku seperti berada di dunia lain
walau hanya beberapa jam dari sekian 24 jam
aku sungguh bahagia
atmosfir kata-kata, seperti kekasih yang lama kembali
fiuh..., leganya tetapi
ada banyak hal menarik terjadi disana
membuatku semakin bertanya dqan ingin tahu lebih banyak
ada banyak hal yang sebelumnya tak kutahu,
banyak nama-nama yang selama ini kukagumi
kubaca karyanya, kudengar beritanya
kini berada di perahu-perahu berbeda-beda
dan sepertinya siap untuk berperang
dunia yang aneh
dan aku seperti penonton tolol
terdiam, melihat semua yang jadi kacau
melihat orang berteriak-teriak, menuding-nuding
sedang berjuang untuk kepalanya sendiri-sendiri
lalu aku keluar dari semua itu dan tertawa terbahak-bahak
entah untuk apa,
satu yang pasti kutahu,
semua yang baru saja kusaksikan, seperti komedi
sangat lucu, tapi lalu aku jadi bertanya
apa iya, aku akan terus saja tertawa
aku mencintai dunia itu
dimana kata-kata mengalir dengan begitu bebas dan indahnya
eksistensinya mungkin kini sedang terancam
antara satu dan beberapa mainstream di dalamnya
mereka saling hantam, dengan cara dan alasannya masing-masing
aku tertegun, jadi ingin tahu lebih banyak lagi
apakah gema perang di dunia indah itu akan nyaring terdengar kemana-mana
hingga semua mahluk tahu
ada dunia indah, bernama dunia kata-kata
tapi kini sedang kacau.
God, I ask chance to makes my parents happy, to love and care to them, as they always care and love me.
Papa, my dear papa, he really love me tough i'm bad, the black sheep of the family.
i have dream about taking my papa to everyplace that i love, i wanna showed him manny things
i wanna shared.
i love my papa, i dont know what to say, now he's in some bad condition. i wish he feels no suffer. i'm scared, it is the time that i will loose him, while i haven't give anything to him.
papa, i wish you will still here. God, please..
jab mein upar akash men taaren aur chand ko dekhti hun
mein janti hun ki tum zinda hain
tumhara hal chal, sab mujhe malum hai
jaise jhon lennon ne apna geet men likha hain ki “hum sab ekh hi gagan ke niche rahten hai”
yani agar tum upar dekhenge, to tum wahi jiz dekoge jo hum yaha par dekhti hun.
yaar, kabhi-kabhi mujhe lagti ki mein akheli hun lekin jaise ki tum hamare dost hain,
to mein janti ki tum hamare sath ho.
na patar, na sms, na fone, na chat, ye sab kuch matlab ke nahin hain
tum ne kaha hain, waise bhi mujhe lagta hain
jaise hum har din surya ki prakash dekhte hon
jaise tare badal ke piche din men lukh jate hain
wiase hi tum hain
hum tumhe dekh to nahi sakti lekin mujhe lagti hain ki tum hamare sath ho
jaisa ek pita, tum mujhe raksha karta hain
jaisa ek bhai, tum hamare anubhav ko parwah karta hain
jaisa ek acha dost, tum hamare saath apna anubhav batta hain
dukh men aur sukh men, tum meri jiwan men hamesha rahti hun
aab tum kaon hon
mein ne shabdkosh par dhundha, internet par surf kiya
ye sab tumhare bare mein bata nahi sakte
kyonki han, tum vishu hon, humare vishu
jiwan ka dost
jaise jungle men ekh geet ki tarha jho dur se hum sun sakte hein
math puchna yeh kaise ho sakta hain lekin yeh geet meri dil ko samaj liya
tum dhut to hain mujhse lekin aisa lagta hain ki tum nazdik hon
tum kambal ki tarhan hai jo mujhe tufan ki tarha dino men rakhsa karte hain
tum mujhse dhur to hain lekin tum hamare sab asun ko ponch sakte hain
tum meri dukh ko hathakar mujhe muskurana sikaya hain is mein ek sundarta hain
tumne bahut kuch kiya hain
Aab mujhe sharam ati hain
hum kaise tumhe dhanyavad karun
aaj tak mein ne kuch bhi nahi kiya
hum tumhara janam din ek maina baad tab yaad kiya
tumhare shaadi ke din men
meine tumhe congratulate nahi kiya na ek present bi dhiya
humne kabhi nahi puncha ki tumhara pariwar ke hal chal sab kaise hain
ye sab chiz mujhe karna tha lekin humne nahi kiya
yaar, mujhe maaf ki jiye na
tumhara dosti itna nirmal hain
mein yeh asha rakti hun ki ek din hum ek aisa chiz kare jo ki tum gabhrajaega
bahut bahut dhanyavad
tumhare liya, meri vishu.
(special thanks to Saula, for the translation, bahut-bahut shukriya)
Yang satu ini agak dramatis, (seakan) mengulik sisi kemanusiaan dari keteguhan memegang teguh sebuah prinsip, (apapun itu, bahkan) dari orang yang dicap pemberontak.
tulisan ini aku copy dari Milis Perempuan.
CERPEN:SURAT DARI AMBONMax Arifin (alm)
- The hour of departure has arrived
and we go our ways, I to die and you to live.
Which is better onlythe god knows.
Plato, Apology
Dari milis Perempuan 7 Juli 2007.
Extra Joke For Mr. President
hari ini Ambon bakal jadi tenar lagi, gimana enggak, dua koran lokal yang aku baca pagi ini memberitakan tentang pengibaran bendera RMS di depan SBY, oleh sekelompok pemuda dengan menyamar sebagai penari cakalele.
pertama baca berita itu, aku kaget tapi sampe aku posting, yang tersisa adalah rasa bangga + lucu. kenapa begitu, karena bagi aku yang orang ambon, pengibaran bendera RMS tuh hal yang biasa (walau aku cuma dengar cerita adekku yang SD nya di daerah agak pedalaman). Kalo gak salah di hampir tiap ulang tahun RMS, di daerah-daerah tertentu, terutama di daerah-daerah yang bisa dikategorikan pedalaman, bendera RMS rutin dikibarkan, salah satu yang diceritakan padaku adalah di sekolahan SD negeri, tempat adekku sekolah. so..., menurutku hal itu biasa. yang bikin aku merasa agak lucu dan bangga, adalah keberanian anak-anak muda itu, mengibarkannya, hanya dari jarak sekitar 8 m, dari Presiden NKRI. Well, Nyong.., ale kabaresi paskali.
Menurutku para pemuda itu luar biasa. kalo dilihat, apa sih yang mereka lakukan, cuma ngibarin bendera, di depan Presiden, that's all. mereka gak nembak, gak nombakkin, gak ngelemparin pisau, gak nge bom, atau perbuatan yang bisa membahayakan Presiden secara fisik. tapi yang jelas, Presiden SBY, kudu malu dah, di negaranya sendiri, didepan rakyatnya, dia dilecehkan oleh sekelompok pemuda yang mengibarkan bendera separatis, dan hanya itu, hanya mengibarkan bendera.
he he he, Nyong Ambon.., beta banga ale brani. tapi katong lia dolo dia punya dudu masalah. khusus for Mr. President, anda harusnya merasa bangga punya generasi muda seberani mereka, liat lho mereka gak punya devense apapun, mereka bahkan mungkin tahu, setelah peristiwa tersebut banyak hal buruk bisa terjadi sama mereka, but they still doing that.
yang aku ingin bilang adalah, presiden harusnya bisa bertanya pada dirinya, pada organ kerjanya, apa sih yang salah, kok sampai ada rakyat yang mau memisahkan diri, walau mungkin yang dicurigai adalah pihak luar, but once again kalo dirumah sendiri cukup makan, cukup bahagia, cukup nyaman, cukup partisipasi, cukup didengarkan, cukup diperhatikan, apa perlu kita minta bantuan tetangga.
Sebaiknya bapak Presiden, jangan menghukum anak-anak muda itu, menurut aku mereka mengeluarkan protes dengan sangat indah, tapi bentuknya tetap sebuah protes yang tajam, bukan kepalsuan yang selalu ditampilkan oleh Pemda atau pemerintah setempat kalo ada pembesar-pembesar yang mo datang berkunjung, semuanya di make-up, semuanya dibikin bagus, dijadikan standar.
Aku yakin, SBY bisa, Ayolah Pak, lihatlah pelangi dibalik badai.
Tetap kau tak kutemui
Sudah kubolak-balik
Kuhadiri gelaran waktu
Di tiap helaian hari
Tak jua kau kutemui
Masih panjangkah kisah ini
Mengapa begitu kuat
Menentang angin
Karungkan badai
Jika memang ini sejati
Mengapa ragu menggalau
duh.., Engkau,
Sang Penjaga hati
Aduanku ini, doa untuk bahagianya
kemaren, tanggal 24 Juni, aku ke Pantai Depok lagi. sepertti biasa lah makan, tapi kali ini ditraktir, asyiikkk!!!.
lagi dan lagi, seperti selalu, aku nggak lupa nulis message in a bottle, semoga kemanapun (kayaknya gak kemana-mana) air laut membawanya, suatu saat dia akan mengirimkan sinyalnya padaku.
aku akan terus menunggu.
Hari ini, aku melakukan lagi sebah kesalahan besar, inginnya aku nggak melakukannya, tapi gimana lagi, mamapapa, maafkan aku, aku tahu lagi dan lagi aku mengambil jalan yang salah. hanya berharap kalian tidak akan pernah tahu, dan semoga tak lagi-lagi aku membuat kalian meneteskan air mata.
selalu dan selalu, aku mengambil jalan-jalan yang salah, sueerr!!!, semua itu aku lakuin untuk kembali ke jalan yang benar, walau aku gak tahu, apakah aku akan benar-benar bisa kembali.
aku minta maaf, pada diriku sendiri, karena aku telah mengkhianati janjiku, aku janji untuk percaya pada kemampuan tubuhku untuk self healing, aku percaya pada medicine non fabrique, aku udah janji gak mau merusak ginjalku dengan menambahkan obat-obatan yang terlalu memanjakan manusia, aku janji untuk tidak mengkonsumsi antibiotik, penghilang sakit, penurun bengkak, etc. tapi hari ini kulanggar janji itu, aku beli vitamin, aku beli obat batuk dan antiseptik mulut.
aku minta maaf, pada diriku sendiri, karena aku telah mengkhianati janjiku, aku janji untuk mulai mencoba hidup tidak hedon, anti kemapanan, bahwa uang bukanlah segalanya, bahwa masih banyak hal lain yang bisa bikin manusia survive dan bahagia. tapi hari ini, aku mengkhianati diriku lagi, aku sangat butuh uang, aku butuh pengobatan, aku butuh membeli makanan yang higienis, aku minum lagi air mineral kemasan (yang sudah kukutuki mereknya), aku mengkhianati diriku.
aku minta maaf, pada teman-temanku,di NTT, di desa-desa miskin di Indonesia, di Etopia, di jalanan, di kolong jembatan, di TPA atau dimanapun yang kalian sangat sulit memperoleh makanan, hari ini aku mengkhianati kalian, aku makan fast food, junkfood, kapitalis food. sebuah dada ayam goreng yang crispy jadi santap siangku, dengan beringas aku melahapnya. aku salah, aku khianati kalian.
aku minta maaf, pada temanku, yang sakit, yang tak mampu beli obat dan membayar biaya perawatan, maafkan aku, hari ini membeli obat di apotik Waralaba yang buka 24 jam, aku beli obat batuk, antiseptik dan vitamin C, maafkan aku, khianati kalian.
maafkan aku, kulakukan semua ini dengan penuh kesadaran dan juga pertimbangan, ada hal-hal yang ingin kucapai, segera, dan itulah yang kurasa harus kulakukan (emang aku pragmatais, sialan!!!)
aku minta maaf, Pada Tuhan, semoga Dia mau memafkan dosaku yang sangat banyaknya.
semoga orang-orang yang kukhianati mau memaafkanku,
semoga mamapapa memafkan dan memahami salah langkahku.
aku minta maaf, Gomenasai, Mina Gomenasai!!!...
Pada setiap pagi, di Lapangan Jogonalan, pada setiap terbitnya mentari, membelah, menyibak cantiknya hijau sawah yang membentang luas di seberang jalannya.
Lalu, aku tertegun, dari Seberang, ke kelapangan hijau aku memandang. So amazing, ada banyak yang tercipta..., ada berbagai ruang, seperti menjelma 3 dimensi di hadapanku.., tentang perasaanku, tentang masa depan yang kuimpikan, tentang harapan-harapan, tentang rasa-rasa putus asa itu, pokonya tentang semuanya, di kombinasikan, dan tetap jadi sebuah kebahagiaan..., kebahagiaan yang gamang.
bahagia tetapi miris.
seiring mentari semakin naik, semakin indah, tapi cuma sebentar, lalu jalanan mulai ramai, menutupi semuanya, membatasi sekarang dan nanti ku, menghilanglah khayalku...,
tapi setiap kali, kapanpun, diwaktu apapun, ketika aku lewat di jalanan depam sawah di seberang lapangan Jogonalan, maka perasaan aneh itu akan selalu muncul..., dan di alam yang paling jauh semampu kudengar, ada bisikan.."bahagia yang gamang".
musim ini,
bunga-bunga mekar
kupu-kupu bercinta,
dan alam bernyanyi bahagia
hutan Pardiyan
lama sekali tak kusapa
tapi, begitu bersua
selalu dan selalu
ada surga indah di dalamnya
permata hijau menakjubkan
di keramaian polusi Jogja
Iklim Mikro yang kalian hadirkan,
kesejukan itu
ketentraman luar biasa
apa kabar jati, eboni,
akasia, gmelina, lamtoro,
aku merindukan kalian
aku mau berpuluh-puluh tahun lagi,
jika aku kembali
tetap kita dapat bersua
entah mo marah, sedih, atau bagaimana...,
tapi yang pertama keluar adalah sebel..., sebel...., sebel !!!!!
ternyata..., dia bukan hanya gak nganggap aku seseorang yang spesial, teman pun kagak
ternyata...., dia bukannya mikirin perasaanku, tapi dia malah gak peduli mo aku salah atau benar
ternyata...., dia bukannya menyembunyikan perasaannya, tapi dia memang gak sayang sama aku
ternyata...., mencintainya sungguh sebuah lautan penderitaan tak bertepi
ternyata...., menguras semua emosi yang kumiliki
entah masih bisakah kunikmati semua derita ini. aku mungkin sudah mulai bernada putus asa. tapi still, "pengalaman hidup tuh berharga banget" jadi aku gak boleh dong menyia-nyiakan sakit dan perih ini.
temanku, mungkin nasibku gak jauh bedanya ama foto-foto itu. gak perlulah merasa gak enak hati, setidaknya untuk terakhir kalinya sebagai teman gak perlu sungkan atau gak enakan, kamu bisa, boleh, bahkan sah-sah aja, kalo kamu ingin aku menyingkir dari hidupmu.
film-film indie yang diputar, sebagai berikut :
1. Diantara masa lalu dan masa sekarang (2001)
2. Don't touch (2000)
3. Free as a bird (2006)
4. Harap tenang, ada ujian (2006)
5. Kamar mandi (1999)
6. Ketok (2002)
7. Mass Grave (2002)
8. Pasar (2001)
9. Portrait (2000)
10. Sudah sore, Sebentar Lagi Jam Lima, Cepat Pulang (1999)

Judul yang sama dengan tulisan di Blog ku yang lain.
tapi isisnya beda deh kayaknya
24 ku belum ada apa-apanya
24 ku masih sama saja seperti 23, 22, 21...
24 yang sama, berarti sebuah kekalahan
sebab hari ini yang tidak lebih baik dari kemarin adalah kekalahan.
parahnya lagi 24 ku dimulai dengan patah hati yang luar biasa mengganasi banyak hariku. hampir dua minggu lebih aku kehilangan kendali atas perasaanku, perasaan yang harusnya sudah lama kueliminasi.
Sungguh sebuah perasaan cengeng yang menjengkelkan. aku malu ketika aku membaca blog teman-temanku, whatsss..., come on aku dimana aja selama ini. they are so alive, ada yang begitu care banget ama society, ada yang memaki-maki ketidakadilan dan penindasan di muka bumi ini, ada yang lagi having trouble dengan kerjaan kehidupan, sementara aku.., ho ho.., a silly girl who can not win just to figth with her own stupid feelings.
aku harus kembali..., bangun lagi.
Cinta seharusnya menentramkan, memberi damai, memberi kehidupan, bukan merampasnya.
Mungkin aku telah salah mengartikannya, menempatkannya.
But Thanks God, Alhamdulillah.., sekarang i'm almost back to normal, aku mulai bisa melihatnya dari sisi yang berbeda. Aku mulai kembali mengenali keikhlasan yang selama ini kuperjuangkan untuk selalu ada dihatiku, yang selalu kukoar-koarkan tiap ada yang bertanya mengenai hubunganku dengan "dia".
Setidaknya kini aku bisa terus merasakan "dia", walau "dia" entah sedang berpijak di atas bumi mana, bernaung di bawah langit mana.
Aku sayang padanya, aku bisa menangis dan tertawa untuknya, bahkan sebelum berpisah aku menjadi perempuan paling bodoh versiku, just for him. dan kini aku -mau- ikhlas untuk menyayanginya, aku mendambakan bahagianya, berdoa untuk itu.
So i hope i can continue my life, at this 24.
24 ini dimulai dengan kehilangan yang cukup senewen. tapi aku belajar banyak hal. aku siap melangkah lagi, semoga aku kuat, dan 24 ini bisa kumanfaatkan seindah, seluarbiasa, sebisa aku mampu.
Untuk yang terjatuh seperti aku, ayo bangun..., kamu nggak sendirian!!!.
seperti yang ditulis Che, waktu 24 nya, aku juga mungkin masih kanak-kanak, yang akan terus bertambah tua. tapi aku akan terus belajar, mencapai sesuatu, berproses, sedih, bahagia, walaupun lelah, tapi aku mau terus berjalan. LIN.., VITA BREVIS!!!
lama sekali gak pernah lagi posting ke sini, juga kemanapun
sedang menikmati imbas dari kemalasanku
aku sekarang sedang KKN, yang seharusnya di t4ku gak ada
berhubung ada peraturan baru, akhirnya aku mengalami juga
yang namanya KKN
awalnya aku rada sebel,
tapi mungkin Allah mendengar doaku
bukankah aku meminta pada Nya, agar aku bisa bermanfaat bagi para korban gempa
agar aku (yang masih sehat ini, yang tak kurang suatu apa) bisa membantu mereka
semoga lewat moment KKN ini
aku bisa menjadi aku yang lebih baik dari kemarin
aku harus mau dan aku harus bisa
Archives
- June 2008 (3)
- May 2008 (1)
- April 2008 (2)
- February 2008 (2)
- December 2007 (1)
- November 2007 (1)
- October 2007 (2)
- August 2007 (2)
- July 2007 (2)
- June 2007 (5)
- May 2007 (1)
- April 2007 (1)
- March 2007 (1)
- February 2007 (1)
- August 2006 (1)
- April 2006 (1)
- February 2006 (3)
- January 2006 (2)
- December 2005 (4)
- October 2005 (2)
- September 2005 (1)
- July 2005 (1)
- June 2005 (1)
- April 2005 (2)
- January 2005 (2)
- December 2004 (2)
- November 2004 (1)
