hari ramadhan ku  

Celoteh Herlina

hari ini, Alhamdulillah udah hari yang ke-7 puasa
beberapa hari pertama, aku begitu bahagia
aku merasakan kemauanku yang kuat
keinginanku untuk selalu dekat dengan Mu
dan aku bahkan menetapkan tema untuk puasaku kali ini
seperti di salah satu blog yang sering kubaca
"semoga puasa kali ini barokah dan progresif"
nah aku suka tuh kata-kata itu,
apalagi bagian progresifnya

tapi beberapa hari belakangan ini
kok aku jadinya malas ya
banyak dosa sudah yang kulakukan, dengan sangat sadar
beberapa kali shalat kutinggalkan
shalat sunatnya gak rutin lagi

Ooh, Tuhan
Rabbku, yang maha cinta
pikatlah hatiku
agar hanya pada Mu
agar hanya untuk Mu
agar hati ini takluk
dan ingin selalu bercengkrama dengan Mu
untuk Mu, Lillahi ta'ala

di bulan Ramadhan ini,
tepatnya sabtu, 8 Oktober kemaren
gempa bumi sekuat 7,6 skala richter
menyerang saudara-saudara kita di india dan pakistan utara
salah satunya adalah tempatnya vishu
dan baru hari ini aku sadar,
betapa gempa yang terjadi begitu dahsyat
vishu yaar, i hope u just fine
Semoga semua korban diterima di sisiMu,
dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan
menghadapi ujian ini.

Tuhanku, aku ingin selalu rindu padaMu
sayangi aku
aku sayang pada Mu.

maafkan aku  

Celoteh Herlina

besok udah mulai puasa,
Ramadhan, kembali lagi aku bertemu denganmu
terimakasih Tuhan, untuk kesempatan yang Kau beri
jaga aku, Tuhan, agar tak menyia-nyiakan
karunia Mu ini.

ada banyak hal yang mengganjal
harus sekarang juga keselesaikan
tapi dalam hati
rasanya masih teramat berat
tuk mengakui, banyaknya salah dan dosaku
masih saja ingin menyalahkan orang atau hal lain

Tuhan ampuni aku,
tiupkan kerendahan hati dalam diriku
seperti inginku, aku hanya mau jadi rumput
rumput-rumput yang bernyanyi
syair cinta kepadaMu
ditemani alir sungai yang tenang
dan awan putih yang cerah
sinar mentari yang ceria
dan semilir angin yang sejuk

Tuhan, aku rindu pada Mu
lama sudah aku tak bersimpuh dikakimu
malasku, kesenangan duniaku dan juga sombongku
telah merengkuhku begitu jauh

Tuhan, besok khan dah puasa ya
maka aku memohon maaf atas semua
salahku, sombongku, takaburku,
celaku, gurauku, segala yang burukku
tentang Mu
maaf ya Tuhan
aku sayang deh pada Mu
semoga Kau baca blog ku ya

Marhaban Yaa Ramadhan

it so "sequde cue mer camso de ser hombre"  

Celoteh Herlina

mungkin aku tidak pantas menerima karunia Nya
hidup yang Dia beri, telah begitu rupa kuselewengkan
dalam setiap helaan nafasku hanya keputus asaan yang ku hembuskan
betapa aku malu berada di sini

pada rumput,
pada kucing,
mungkin mereka lebih banyak melakukan hal yang bermanfaat
dibanding aku

aku termasuk orang-orang yang bingung
terlalu banyak pertimbangan
munafik
banyak mau, tapi keberanian gak ada

aku bilang Mc Donald imperialis
tapi aku tetap makan di sana, mumpung ada duit atau ada yang nraktir
aku prihatin sama orang gak punya
tapi aku tetap beli parfum ratusan ribu, just to impress people
aku bilang pemerintah gak punya sense of crisis
tapi hp ku harganya jutaan

apa maksudnya????

aku bosan, bermuka dua seperti ini
tapi ada kenikmatan yang kurasakan
dan ya, kepedihan itupun akhirnya tetap datang
mengetuk, dengan ketukan yang menghiris hati

hai hati nurani, apakah kau telah benar2 pergi
seperti bait di lagunya ebiet :
"kemanakah sirnanya nurani embun pagi, yang biasanya ramah kini membakar hati"

Oh, Del Dios
Sequde que mer camso de ser hombre
really, really tire

ternyata  

Celoteh Herlina

"sequde cue mer camso de ser hombre" yang selama ini kukira adalah my dreams are about my self, ternyata artinya adalah "lelah jadi manusia"

wow agak-agak jauh ya...., he he he
saya jadi malu

harap dimaklumi.

Lawu 29-30 Juni 2005  

Celoteh Herlina

akhirnya setelah sekian lama ingin kembali ke Lawu, kesampaian juga.
29 - 30 Juni, aku bersama teman-teman, lewat cemara kandang.
sebelumnya aku belum pernah, biasanya lewat cemara sewu.
pendakian kali ini sama saja seperti pendakian-pendakian sebelumnya
melelahkan, selalu bikin repot orang, banyak orang-orang baik yang kutemui, banyak pelajaran yang kudapat
dan terbersit tak pernah lagi ingin naik gunung
kata teman-teman, "tobat-tobat lombok"
tobatnya hanya sebentar, setelah itu pasti kepingin lagi.
malah ketagihan.

namun ada hal yang berbeda di pendakian kali ini
ada beberapa hal, mungkin bisa juga dibilang banyak hal
yang membuatku sungguh sangat merasa bersalah
tapi sekali lagi yang namanya aku
aku yang sangat egois, aku yang selalu kuat menyimpan segala rasa
aku yang takut, aku yang terlalu defensif,
aku yang seperti itu
mungkin aku akan butuh waktu yang sangat banyak untuk
benar-benar bisa berkata-kata maaf

Tuhan, aku hanya bisa
dan selalu hanya bisa berharap pada Mu
ku mohon semoga mereka memaafkanku
semoga semua kesalahanku
tidak merusak kehidupan mereka
tidak merusak segala kesenangan yang seharusnya terjadi
pada mereka

Tuhan mengapa aku
begitu sombong
begitu jahat
begitu bodoh
begitu takut

ketakutan ku menyulut kebodohanku
dan muncullah jahatku, dan dengan sombongnya
aku tidak meminta maaf atas semua itu

Tuhan, Peluk aku
hanya Kau yang tahu luka ini
hanya Kau yang Maha tahu
Kau yang Maha kuat
aku memohon perlindungan Mu
dekap erat hati yang lemah ini.

me amor platonicus  

Celoteh Herlina

seperti angin
tak terlihat, namun dapat dirasakan

seperti air
yang mengalir dan menyejukkan

seperti api
yang menghangatkan dan membakar

me amor platonicus
i hope it will be
hamesha...hamesha,,,,

me amor platonicus
mere doost, yaar
hamesha
just
sahiba..............

CINTA  

Celoteh Herlina

atas nama cinta, aku mengutuk diriku
pecinta yang hina, betapa tidak pantasnya apa-apa yang telah kulakukan atas nama cinta
ketika cinta kuagung-agungkan dan pada saat yang sama kulecehkan

aku mencintai
aku mencinta
aku cinta
cinta

struktur itulah yang belum kupahami
masih kuselewengkan
padahal telah begitu dalam kupikirkan

hanya demi kesenangan semu
kesenangan "dunia terang"
kesenangan yang tanpa kepedihan
tanpa pengorbanan dan air mata

Maha cinta
maafkan aku
karena bersalah padaMu
maafkan aku
rengkuh kembali hatiku, bantu aku memelihara keutuhannya
bantu aku lebih mengenal dan menghayatiMu

diseminasi???????????????????/  

Celoteh Herlina

diseminasi, kata yang agak-agak asing bagi telinga ini
tapi begitu pake search engine, wow gak nyangka langsung keluar banyak banget
rupanya kata ini lazim, bahkan sangat lazim dipake di kantor atau instansi
setahu yang kutahu nih, diseminasi tuh artinya penyebarluasan sesuatu,
tapi nih di situs2 yang kukunjungi kata ini dijejerkan dengan publikasi dan sosialisasi
padahal sejauh kupikir rada-rada mirip, so whats the different
anybody knows?????????/

Aceh  

Celoteh Herlina

"aceh tergulung gelombang tsunami 26 desember 2004"

banyak orang yang mati, banyak yang terluka, hampir setiap tempat di aceh hancur

orang-orang terus membicarakan tentang aceh, berduka, menangis, mengirim sumbangan, menjadi sukarelawan

aku sedih, aku juga merasa miris ketika melihat tayangan tentang aceh di televisi, tapi aku benci ketika aku hanya bisa bilang sedih, menangis, tapi betapa omong kosongnya aku ketika detik-detik berikutnya aku masih bisa tertawa, bersenang-senang dan ketika aku kembali bebicara tentang aceh sepertinya aku jadi orang yang sangat munafik, seakan-akan aku benar-benar peduli.
aku ingin benar-benar merasakan deritamu aceh, tapi bagaimana, apa yang bisa kulakukan



Dari sebuah tulisan, dan sedikit tentang aktivis  

Celoteh Herlina

aku bukan aktivis, punya teman aktivis pun jarang, apa mungkin karena aku tidak begitu perduli terhadap keadaan orang lain, jadinya aku hidup hanya untuk diriku sendiri. entahlah, tapi terkadang aku begitu menyukai pemikiran para aktivis yang kulihat sangat peduli terhadap kehidupan orang lain, terutama orang-orang yang terpinggirkan nasib, terlindas oleh keadaan yang tidak menguntungkan. tapi terkadang cara yang mereka (para aktivis) pake, kurang begitu kusetujui, mungkin juga karena aku kurang mengerti, makanya aku tidak setuju.

beberapa hari yang lalu, ketika sedang mencari tugas tentang PRA (participatory rural appraisal) atau dikenal juga dengan pendekatan partisipatif masayarakat desa , aku nemu sebuah artikel di sebuah situs, dan ada salah satu paragraf yang cukup menarik kata-katanya, tapi aku masih kurang mengarti apa sih sebenarnya maksudnya. paragrafnya sebagai berikut :

Ada lagi kritik keras, yakni kecenderungan munculnya fanatisme terhadap pendekatan partisipatif telah membuat partisipasi menjadi tirani baru yang bukan saja bersifat manipulatif, tetapi juga merusak masyarakat yang seharusnya diberdayakan. Alih-alih memberdayakan masyarakat, yang terjadi malahan abuse terhadap masyarakat dengan dalih partisipasi. Menurut pengkritik ini, metode PRA atau metode partisipatif lainnya tidak akan bersifat tiranik kalau para penggunanya siap untuk menghilangkan pembatas-pembatas dirinya sendiri yang didasari oleh latar belakang budayanya. Dalam arti lain, metode partisipatif seperti PRA hanya akan bekerja seperti yang diharapkan apabila penggunanya sendiri memiliki kemerdekaan pikiran dalam arti ke luar dari perspektif dan nilai-nilai budaya, agama, ras, etnis, jenis kelamin, dsb. yang melekat dalam dirinya. Apakah ini suatu pra-syarat yang bisa kita penuhi?

Semua ini sepenuhnya tergantung pada sikap dan perilaku kita: yaitu kesediaan untuk rendah hati, kesediaan untuk menerima perbedaan, dan kesediaan untuk mengakui bahwa kita, para aktivis, adalah mahluk yang paling mementingkan diri sendiri. Sebenarnya, kebajikan yang kita lakukan dengan berbagi bersama masyarakat yang paling lemah dan miskin adalah juga demi kepentingan kita sendiri: yaitu kepentingan untuk hidup lebih damai, aman, terpuaskan dan sejahtera. Ternyata, membiarkan si miskin kelaparan dan terjadinya ketimpangan kaya dan miskin yang mencolok telah menimbulkan penjarahan dan pencurian yang merugikan bagi kesejahteraan dan kedamaian si kaya itu sendiri. Pemberontakan dan tuntutan kemerdekaan akibat penindasan semasa rezim Soeharto, juga merugikan penguasa itu sendiri. Radikalisme gerakan feminis untuk memperjuangkan hak-hak perempuan, juga merugikan harmoni kehidupan (baca: laki-laki).


maksudnya apaan ya?????, kalo ada yang ngerti plis ya bagi-bagi

HUJAN DAN AKU  

Celoteh Herlina

sudah beberapa hari ini aku menunggumu. hujan terus membasahi bumi. aku tahu kau tak mungkin datang, walau kau telah berjanji. dingin ini, tidak membuatku beku, tapi penantian ini melebihi kebekuan es. semua yang telah kusiapkan untukmu sudah menjamur. entah apalagi yang akan kusuguhkan jika kau datang. mungkin kita hanya akan diam dan mendengarkan suara hujan.

apa benar kau akan datang??, aku kembali bertanya pada diriku yang menunggu. sepertinya aku tidak akan datang. tak kutahu seberapa dalam cintamu padaku hingga kau akan rela menembus hujan dan menjumpaiku. kemarin, hari ini dan mungkin besok, di setiap pagi selalu kusiapkan air panas agar bisa menyeduh teh jika kau datang bersama dingin. rupanya kemarin, hari ini dan mungkin juga besok hanya aku dan hujan yang menemaniku minum teh.

genap seminggu, kau tak jua muncul. aku masih menunggu. gelisah. bahkan angin yang menggoyangkan pintu, kukira dalah kedatanganmu. hujan semakin lebat, sepertinya hari ke hari semakin kencang angin yang bertiup, air yang melimpah semakin banyak. sungai dan selokan serata jalan. dan aku tetap saja menunggu,seperti hujan yang selalu saja datang.

diiringi lagu november rain dalam hatinya, seorang laki-laki berdiri menatap reruntuhan rumah yang hancur diterkam badai, sehari yang lalu. beberapa rumah di kawasan itu diberitakan di televisi, terkena hantaman badai. korbannya banyak, anak-anak, orang tua, laki-laki, perempuan, anjing, kucing, bahkan ayam. banyak orang berlalu-lalang melihat-lihat reruntuhan. tapi laki-laki itu hanya diam mematung. mata elangnya berkaca-kaca, dia bergumam "maaf sayang, aku terlambat".

hujan, dan aku telah pergi. kota itu tak lagi hujan. aku tak lagi menunggumu. ternyata aku telah salah menunggumu, karena kau bukan untukku, ternyata yang harus disampingku memang telah selalu ada disampingku. hujan. yah dia yang selalu bersamaku, menunggu bersamaku, pergi bersamaku. hanya aku dan hujan.

sequde que mer camso de ser hombre  

Celoteh Herlina

mimpiku adalah tentang diriku sendiri